Rabu, 29 Agustus 2012
Minggu, 17 Juni 2012
JENIS- JENIS POLA PIKIR PADA MANUSIA
JENIS- JENIS POLA PIKIR
Umum
Menurut Auguste Comte (1798-1857), dalam sejarah perkembangan peradaban manusia, baik sebagai individu maupun keseluruhan, berlangsung dalam tiga tahap:
-Tahap teologi/fiktif, dalam tahap ini manusia berusaha untuk mencari dan menemukan sebab yang pertama dan tujuan akhir dari segala sesuatu. tentu saja semua itu dihubungkan kepada kekuatan ghaib diluar kemampuan mereka sendiri. Mereka meyakini adanya kekuatan yang maha hebat yang menguasai semua fenomena alam entah itu dewa atau kekuatan ghaib lainya.
-Tahap filsafat/fisik/abatrak, tahap ini hampir sama dengan tahap sebelumnya. Hanya saja mereka mendasarkan semua itu pada kamampuan akalnya sendiri,akal yang mampu untuk melakukan abstareaksi untuk menemukan hakikat sesuatu.
-Tahap positif/ilmiah riil, merupakan tahap di mana manusia mampu untuk melakukan aktivitas berfikir secara positif atau riil. Kemampuan ini didapatkan melalui usaha pengamatan, percobaan, dan juga perbandingan.
Menurut Auguste Comte (1798-1857), dalam sejarah perkembangan peradaban manusia, baik sebagai individu maupun keseluruhan, berlangsung dalam tiga tahap:
-Tahap teologi/fiktif, dalam tahap ini manusia berusaha untuk mencari dan menemukan sebab yang pertama dan tujuan akhir dari segala sesuatu. tentu saja semua itu dihubungkan kepada kekuatan ghaib diluar kemampuan mereka sendiri. Mereka meyakini adanya kekuatan yang maha hebat yang menguasai semua fenomena alam entah itu dewa atau kekuatan ghaib lainya.
-Tahap filsafat/fisik/abatrak, tahap ini hampir sama dengan tahap sebelumnya. Hanya saja mereka mendasarkan semua itu pada kamampuan akalnya sendiri,akal yang mampu untuk melakukan abstareaksi untuk menemukan hakikat sesuatu.
-Tahap positif/ilmiah riil, merupakan tahap di mana manusia mampu untuk melakukan aktivitas berfikir secara positif atau riil. Kemampuan ini didapatkan melalui usaha pengamatan, percobaan, dan juga perbandingan.
Berpikir adalah kemampuan penalaran manusia dengan proses yang benar.
Penalaran merupakan usaha logis dan analaisis untuk menmukan jawaban
atas berbagai pertanyaaan. Kemampuan ini tidak didapat melalui perasaan.
Namun tentu ada pengetahuan yang bersumber dari bukan penalaran, yaitu:
Pengambilan keputusan berdasarkan perasaaan
Intuisi, kegiatan berpikir yang tidak analisi. Intuisi adalah pengetahuan yang timbul dari pengetahuan-pengetahuan terdahulu, intuisi bisa saja timbul menyelesaikan permasalahan tanpa proses berpikir yang sistematis
Wahyu, merupakan sumber pengetahuan yang paling tnggi
Trial and error, mencoba dan menemukan kegagalan, mencoba lagi dan gagal lagi hingga menemukan cara yang benar-benar tepat.
Pengambilan keputusan berdasarkan perasaaan
Intuisi, kegiatan berpikir yang tidak analisi. Intuisi adalah pengetahuan yang timbul dari pengetahuan-pengetahuan terdahulu, intuisi bisa saja timbul menyelesaikan permasalahan tanpa proses berpikir yang sistematis
Wahyu, merupakan sumber pengetahuan yang paling tnggi
Trial and error, mencoba dan menemukan kegagalan, mencoba lagi dan gagal lagi hingga menemukan cara yang benar-benar tepat.
Ilmu Pengetahuan
Adanya pola-pola dasar atau desain atau kerangka yang dilakukan oleh
aktivitas jiwa dalam menemukan suatu pengetahuan memerlukan suatu objek
pengetahuan dan instrumen untuk mendapatkan ilmu pengetahuan.
Bertambahnya pengetahuan seiring dengan proses perkembangan pola pikir
manusia diawali dengan rasa ingin tahu tentang benda-benda di
sekelilingnya, alam sekitar, bulan, bintang dan matahari yang
dipandangnya, bahkan rasa ingin tahu tentang dirinya sendiri. Adanya
kemampuan berfikir manusia menyebabkan rasa ingin tahunya selalu
berkembang. Dengan kemampuan berfikir manusia dapat mendayagunakan
pengetahuannya yang terdahulu dan kemudian menggabungkan dengan
pengetahuannya yang diperoleh hingga menghasilkan pengetahuan yang baru.
Pengetahuan yang ingin dicari atau didapatkan tentunya bersumber pada
kebenaran. Tahu yang memuaskan manusia adalah tahu yang benar. Tahu yang
tidak benar disebut keliru. Jika suatu pengetahuan yang terdahulu
mengalami kekeliruan maka sudah pasti terdapat suatu kebenaran
sesudahnya. Kekeliruan tentunya akan memberikan dampak yang negatif bagi
manusia sehingga mereka meninggalkan suatu kekeliruan. Asumsi awal
manusia mendapatkan pengetahuan secara empirik melalui pengamatan dan
pengalaman. Data-data inderawi, benda-benda memori manusia merupakan
beberapa instrumen dalam mendapatkan pengetahuan. Di samping itu
perasaan intuitif atau insting juga menambah kepercayaan terhadap
penemuan yang didapatkan sehingga kepercayaan terhadap suatu objek
pengetahuan menimbulkan keyakinan terhadap ilmu pengetahuan tertentu.
Ilmu Pengetahuan itu dapat ditinjau kembali kebenarannya, jika terdapat
kekeliruan maka akan timbul ketidakpuasan sebagai akibat keterbatasan
manusia khususnya dalam penggunaan instrumen atau pengolahan data-data
inderawi dalam menerima pengetahuan tanpa dia ketahui kemudian
melahirkan mitos. Hal tersebut terjadi sebagai akibat dari rasa ingin
tahu terhadap suatu realitas yang kurang terpuasakan terutama mengenai
hal-hal yang ghaib. Namun seiring dengan perkembangan pola pikir manusia
yang haus akan rasa ingin tahu melalui kajian-kajian ilmu pengetahuan
maka pada akhirnya melahirkan pengetahuan yang ilmiah. Pengetahuan
ilmiah memerlukan alasan dan atau penjelasan secara sistematis yang
dibuat untuk memberikan keyakinan.
Bentuk dan sumber pengetahuan Russel membuat kategori-kategori berikut :
Pengetahuan melalui pengalaman dalam pengertian yang didapatkan dari:
-Data-data inderawi
-Benda-benda memori
-Keadaan internal
-Diri sendiri
-Data-data inderawi
-Benda-benda memori
-Keadaan internal
-Diri sendiri
Pengetahuan melalui deskripsi yaitu pengetahuan yang di dapatkan melalui:
-Orang lain
-Benda-benda fisik (merupakan suatu konstruksi, bukan data inderawi )
-Orang lain
-Benda-benda fisik (merupakan suatu konstruksi, bukan data inderawi )
Adanya dua bentuk pengetahuan yaitu pengetahuan langsung dan pengetahuan
tak langsung. Pengetahuan langsung diperoleh dari pengamatan ekstern
dan intern. Pengamatan ekstern secara langsung kita dapat mengetahui
adanya sesuatu benda dalam dunia luar melalui alat indera. Pengamatan
ekstern merupakan sumber pengetahuan secara langsung berupa alat untuk
menangkap objek di luar manusia melalui kekuatan indera, sedangkan
pengamatan intern atau intuisi adalah proses kejiwaan tanpa suatu
rangsang untuk mampu membuat pernyataan berupa pengetahuan. Pengetahuan
tak langsung dapat diperoleh dengan beberapa cara yakni dengan penarikan
konklusi / penalaran, kesaksian, dan wahyu. Kongklusi penalaran adalah
salah satu corak berfikir dengan menggabungkan pengertian atau lebih
dengan maksud memperoleh pengetahuan baru.
Teori-teori pengetahuan bila didasarkan menurut sifat teoritis dan
historis dapat dikelompokkan menjadi dua aliran yang besar, yaitu
rasionalisme dan empirisme. Rasionalisme meyakini bahwa sejumlah ide
atau konsep adalah terlepas dari pengalaman dan bahwa kebenaran itu
dapat diketahui hanya dengan nalar. Sedangkan empirisme berpendapat
bahwa semua ide dan kosep berasal dari pengalaman dan bahwa kebenaran
hanya dapat dibangun berdasarkan pengalaman. Dari dua pemahaman tersebut
melahirkan asumsi bahwa terdapat dua pengetahuan yaitu pengetahuan
mutlak atau utama (priori) yang tidak didapatkan berdasarkan pengalaman .
Pengetahuan empiris atau posteriori adalah pengetahuan yang berasal
atau bergantung pada pengalaman.
Ilmu merupakan pengetahuan yang diperoleh melalui proses yang dinamakan
metode ilmiah. Aristoteles mengembangkan metode ke dalam :
-Induksi yaitu penalaran dari yang khusus kepada yang umum, perhitungan sederhananya: fakta1 + fakta2 + … –> kesimpulan
-Deduksi yaitu penalaran dari yang umum kepada yang khusus
-Observasi yaitu penggunaan bukti empiris
-Klasifikasi yaitu penggunaan definisi
-Induksi yaitu penalaran dari yang khusus kepada yang umum, perhitungan sederhananya: fakta1 + fakta2 + … –> kesimpulan
-Deduksi yaitu penalaran dari yang umum kepada yang khusus
-Observasi yaitu penggunaan bukti empiris
-Klasifikasi yaitu penggunaan definisi
Beberapa metode yang bermunculan sesuai dengan bidang keilmuannya
diantaranya phytagoras mengembangkan metode perhitungan matematika,
democritus dengan mengajukan konsep mekanisme. Dan metode ilmiah
akhirnya menjadi sebuah tahapan yang bervariasi sesuai dengan disiplin
ilmu yang dihadapi.
Jonh Dewey (dalam buku How We Think) menggambarkan metode ilmiah sebagai
refleksi pemikiran dan merinci lima langkah problem solving (pemecahan
masalah) sebagai bingkai pengetahuan atau metode ilmiah:
-Mengenali masalah-keadaan yang tidak menentu.
-Mengklasifikasi keadaan tak menentu sebagai satu masalah dengan menggunakan definisi, observasi, dan klasifikasi fakta-fakta,
-Menformulasi solusi yang mungkin dilakukan -hipotesis,
-Melakukan deduksi(kesimpulan) dari variable atau menguji konsekuensinya,
-Memverifikasi dan memformulasikan sebagai sesuatu yang penting dilakukan untuk menerima atau menolak hipotesis dan atau penyelesaian masalah.
-Mengenali masalah-keadaan yang tidak menentu.
-Mengklasifikasi keadaan tak menentu sebagai satu masalah dengan menggunakan definisi, observasi, dan klasifikasi fakta-fakta,
-Menformulasi solusi yang mungkin dilakukan -hipotesis,
-Melakukan deduksi(kesimpulan) dari variable atau menguji konsekuensinya,
-Memverifikasi dan memformulasikan sebagai sesuatu yang penting dilakukan untuk menerima atau menolak hipotesis dan atau penyelesaian masalah.
Islam
Pemikiran Islam adalah pemikiran yang khas, lain daripada yang lain. Ini
wajar, sebab pemikiran Islam berasal dari wahyu atau bersandarkan pada
penjelasan wahyu, sedangkan pemikiran-pemikiran yang lain yang
berkembang di antara manusia, baik itu berupa agama-agama non samawi,
ideologi-ideologi politik dan ekonomi, maupun teori-teori sosial sekedar
muncul dari kejeniusan berfikir manusia yang melahirkannya.
Namun perlu disadari, bahwa sekalipun pemikiran Islam berasal dari wahyu
yang turun dari langit, pemikiran islam adalah diturunkan ke bumi untuk
menjadi petunjuk bagi manusia di bumi. Allah SWT berfirman:
“Sesungguhnya kami menurunkan kepadamu Al Kitab (al-Qur’an) untuk
manusia dengan membawa kebenaran; siapa yang mendapat petunjuk, maka
(petunjuk itu) untuk dirinya sendiri, dan siapa yang sesat maka
sesungguhnya dia semata-mata sesat buat (kerugian) dirinya sendiri dan
kamu sekali-kali bukanlah orang yang bertanggung jawab terhadap mereka.”
(Qs. az-Zumar [39]: 41).
“(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di
dalamnya diturunkan (permulaan) al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia
dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara
yang hak dan yang bathil).” (Qs. al-Baqarah [2]: 185).
Oleh karena itu, agar bisa memahami keberadaan pemikiran islam sebagai
petunjuk amal perbuatan manusia, maka perlu dipahami karakteristik
pemikiran Islam.
Pemikiran Islam mempunyai beberapa ciri khas, antara lain bersifat : komperehensif (syumuliyah), luas, praktis (amaliy), dan manusiawi.
Pemikiran Islam mempunyai beberapa ciri khas, antara lain bersifat : komperehensif (syumuliyah), luas, praktis (amaliy), dan manusiawi.
a. Bersifat Komperehensif
Pemikiran Islam mengatur semua aspek kehidupan manusia, seperti politik,
sosial kemasyarakatan, perekonomian, kebudayaan dan akhlak. Islam hadir
dengan membawa aturan yang berkaitan dengan hubungan manusia dengan
tuhannya, dengan dirinya sendiri dan dengan orang lain. Aturan yang
mengatur hubungan manusia dengan Tuhannya tercakup dalam perkara akidah
dan ibadah. Sedangkan aturan yang mengatur hubungan antara manusia
dengan dirinya sendiri tercakup dalam hukum-hukum tentang makanan,
pakaian, dan akhlak. Selebihnya adalah aturan yang mengatur hubungan
manusia dengan manusia lain, seperti perkara muamalah ekonomi dan
sosial, sanksi-sanksi hukum bagi para pelanggar hukum (uqubat), politik
ketatanegaraan, pertahanan dan keamanan, politik luar negeri dengan
dakwah dan jihad fi sabilillah. Allah SWT berfirman:
“Kami telah menurunkan kepadamu al-Kitab (yaitu al-Qur’an) sebagai penjelas segala sesuatu.” (Qs. an-Nahl [16]: 89).
“Pada hari ini telah Aku sempurnakan untuk kalian agama kalian dan telah Kucukupkan untuk kalian nikmat-Ku.’ (Qs. al-Mâ’idah [5]: 3).
“Pada hari ini telah Aku sempurnakan untuk kalian agama kalian dan telah Kucukupkan untuk kalian nikmat-Ku.’ (Qs. al-Mâ’idah [5]: 3).
Setelah memahami kedua ayat di atas seorang muslim tidak boleh
menyatakan bahwa, ada sebagian perbuatan manusia yang tidak ada status
hukumnya dalam Islam. Semua persoalan dari sejak Islam turun ke bumi 15
abad yang lalu hingga hari kiamat, semua masalah pasti tercakup dalam
perkara yang dipecahkan oleh Islam. Kalau sekilas saja kita membaca
buku-buku fiqih, kita akan mendapatkan bahwa masalah yang dipecahkan
oleh syariah itu tidak hanya masalah ritual belaka, tapi seluruh masalah
kehidupan.
b. Bersifat Luas
Keluasan pemikiran Islam memungkinkan Para Ulama untuk melakukan
istinbath (menggali) hukum-hukum syari’iy dari nash-nash syariat-syariat
tentang perkara baru apapun jenisnya, baik perbuatan ataupun benda.
Dalil-dalil syariat hadir dalam bentuk gaya bahasa yang mampu mencakup
perkara apa saja hingga hari kiamat. Apabila ditanyakan kepada seorang
muslim hingga saat ini, apa dalil syariat tentang kebolehan mengendarai
roket, pesawat atau kapal selam, kemudian ia meneliti dalil-dalil
syariat untuk mengetahui hukumnya, niscaya dia akan menemukannya dalam
firman Allah:
“Dia menundukan untuk kalian apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi semua.” (Qs. al-Jâtsiyah [45]:13).
“Suatu tanda (kebesaran Allah yang besar) bagi mereka adalah bahwa kami mengangkut keturunan mereka dalam ahtera yang penuh muatan dan kami menciptakan bagi mereka kendaraan seperti bahtera itu.” (Qs. Yâsîn [36]: 41 – 42).
“Suatu tanda (kebesaran Allah yang besar) bagi mereka adalah bahwa kami mengangkut keturunan mereka dalam ahtera yang penuh muatan dan kami menciptakan bagi mereka kendaraan seperti bahtera itu.” (Qs. Yâsîn [36]: 41 – 42).
Jika ada yang menanyakan, apakah umat Islam boleh memiliki bom atom,
maka dia akan menjumpai hukum syara tentang itu, dalam firman Allah:
“Siapkanlah untuk menghadapi mereka, kekuatan apa saja yang kamu
sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan
persiapan itu) kalian menggentarkan musuh Allah dan musuh kalian.” (Qs.
al-Anfâl [8]: 60).
Sebab, arah dari perintah Allah SWT dalam Qs. al-Anfâl [8]: 60 tersebut
adalah untuk menakut-nakuti musuh (irhabul aduww). Kalau di masa lalu,
adanya pasukan berkuda (al khail) adalah efektif untuk menakut-nakuti
musuh, karena pasukan kavaleri yang ada pada waktu itu adalah pasukan
berkuda. Di masa sekarang, pasukan kavaleri bisa berkendaraan panser
atau yang lain. Dan untuk menakut-nakuti musuh di masa sekarang, bisa
dilakukan dengan parade kapal induk, pesawat tempur supersonik yang
dilengkapi dengan rudal berkepala nuklir, dan persenjataan canggih
lainnya.
c. Bersifat Praktis
Hukum-hukum Islam hadir untuk diterapkan dan dilaksanakan
ditengah-tengah kehidupan. Manusia tidak akan dibebani melebihi yang dia
sanggupi. Allah berfirman:
“Allah tidak membebani seseorang kecuali dengan kesanggupannya.” (Qs. al-Baqarah [2]: 286).
Pada sebagian besar ayat-ayat al-Quran, Allah swt telah mengaitkan amal dengan iman seperti firman Allah:
“Demi masa, sesungguhnya manusia itu dalam keadaan merugi, kecuali
orang-orang yang beriman dan beramal shaleh.” (Qs. al-Ashr [103]: 1 –
3).
“Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman diantara kalian
dan orang-orang yang mengerjakan amal shaleh, bahwa sungguh Dia akan
menjadikan mereka berkuasa dimuka bumi.” (Qs. an-Nûr [24]: 55).
Pemikiran Islam telah diterapkan di tengah-tengah manusia selama 13
abad, dalam naungan negara besar di dunia, Daulah Khilafah Islamiyah.
Pemikiran-pemikiran islam yang dituangkan dalam hukum syariah yang sudah
pernah diterapkan adalah: hukum syariah tentang pemerintahan (nizhamul
hukm fil Islam), hukum syariah tentang ekonomi (nizhamul iqtishadi fil
Islam), hukum syariah tentang hubungan sosial atau aturan pergaulan pria
wanita (an nizhamul ijtima’i fil Islam), hukum-hukum syariah tentang
kebijakan pendidikan (siyasah at ta’lim fil Islam), hukum-hukum syariah
tentang politik luar negeri negara islam (siyasah kharijiyah lid daulah
al Islamiyah).
Fakta-fakta sejarah tentang penerapan kelima aspek di atas tak bisa dibantah. Alkisah di dalam diskusi di Harvard University ada seorang cendekiawan Indonesia pernah mengatakan bahwa negara Khilafah itu sesungguhnya tidak ada. Maka seorang cendekiawan muslim dari Turki yang menjadi dosen di universitas bergengsi di AS itu bertanya: Lalu negara apa yang diumumkan pembubarannya oleh Kamal At Taturk pada tahun 1924 yang lalu itu?
Fakta-fakta sejarah tentang penerapan kelima aspek di atas tak bisa dibantah. Alkisah di dalam diskusi di Harvard University ada seorang cendekiawan Indonesia pernah mengatakan bahwa negara Khilafah itu sesungguhnya tidak ada. Maka seorang cendekiawan muslim dari Turki yang menjadi dosen di universitas bergengsi di AS itu bertanya: Lalu negara apa yang diumumkan pembubarannya oleh Kamal At Taturk pada tahun 1924 yang lalu itu?
d. Bersifat Manusiawi
Islam menyeru kepada manusia dalam kapasitasnya sebagai manusia, tanpa melihat lagi ras atau warna kulitnya. Firman Allah swt:
“Hai manusia beribadahlah kepada Tuhan kalian….” (Qs. al-Baqarah [2]: 21).
“Katakanlah: ‘Hai manusia, sesungguhnya aku (Muhammad) adalah utusan Allah untuk kalian semua’.” (Qs. al-A’râf [7]: 158).
“Katakanlah: ‘Hai manusia sesungguhnya kami telah menjadikan kalian
terdiri dari laki-laki dan perempuan dan kami telah menjadikan kalian
bersuku-suku dan berbangsa-bangsa supaya kamu saling kenal-mengenal’.”
(Qs. al-Hujurât [49]: 13).
Rasulullah bersabda:
“Aku diutus untuk orang-orang yang berkulit merah maupun berkulit hitam.”
Orang-orang selain orang Arab pun telah beriman pada agama ini, seperti
Persia, Romawi, Asia Tengah, India, Indonesia dan sebagainya.
Demikianlah, Islam telah mengeluarkan mereka dari kegelapan jahiliyah
menuju cahaya hidayah, dari keterpurukan menuju kebangkitan.
C. PERBANDINGAN
- Umum
Manusia berusaha untuk mencari dan menemukan sebab yang pertama dan tujuan akhir dari segala sesuatu.
Manusia mendasarkan semua itu pada kamampuan akalnya sendiri, akal yang mampu untuk melakukan abstareaksi untuk menemukan hakikat sesuatu .
Manusia mampu untuk melakukan aktivitas berfikir secara positif atau riil. Kemampuan ini didapatkan melalui usaha pengamatan, percobaan, dan juga perbandingan.
Manusia mendasarkan semua itu pada kamampuan akalnya sendiri, akal yang mampu untuk melakukan abstareaksi untuk menemukan hakikat sesuatu .
Manusia mampu untuk melakukan aktivitas berfikir secara positif atau riil. Kemampuan ini didapatkan melalui usaha pengamatan, percobaan, dan juga perbandingan.
- Ilmu Pengetahuan
Muncul dari kejeniusan berfikir manusia yang melahirkannya.
Teori-teori pengetahuan bila didasarkan menurut sifat teoritis dan historis dapat dikelompokkan menjadi dua aliran yang besar, yaitu rasionalisme dan empirisme.
Rasionalisme meyakini bahwa sejumlah ide atau konsep adalah terlepas dari pengalaman dan bahwa kebenaran itu dapat diketahui hanya dengan nalar.
Empirisme berpendapat bahwa semua ide dan kosep berasal dari pengalaman dan bahwa kebenaran hanya dapat dibangun berdasarkan pengalaman.
Teori-teori pengetahuan bila didasarkan menurut sifat teoritis dan historis dapat dikelompokkan menjadi dua aliran yang besar, yaitu rasionalisme dan empirisme.
Rasionalisme meyakini bahwa sejumlah ide atau konsep adalah terlepas dari pengalaman dan bahwa kebenaran itu dapat diketahui hanya dengan nalar.
Empirisme berpendapat bahwa semua ide dan kosep berasal dari pengalaman dan bahwa kebenaran hanya dapat dibangun berdasarkan pengalaman.
- Islam
Pemikiran Islam berasal dari wahyu atau bersandarkan pada penjelasan wahyu (Al Quran).
Pemikiran Islam mempunyai beberapa ciri khas, antara lain bersifat : komperehensif (syumuliyah), luas, praktis (amaliy), dan manusiawi.
Pemikiran Islam mempunyai beberapa ciri khas, antara lain bersifat : komperehensif (syumuliyah), luas, praktis (amaliy), dan manusiawi.
D. KESIMPULAN
Munculnya ilmu pengetahuan adalah karena karakter unik yang dimiliki
oleh manusia yaitu hasrat/keinginan untuk mengetahui. Manusia mempuyai
rasa ingin tahu terhadap benda-benda di sekelilingnya, alam sekitar,
matahari, bulan, tanaman, hewan dan semua makhluk hidup yang lainya.
Tidak sampai di sini, manusia juga mempunyai hasrat untuk mengetahui
tentang hakikat dirinya sendiri (antroposentris).
Dengan kemampuan berfikir manusia dapat mendayagunakan pengetahuannya yang terdahulu dan kemudian menggabungkan dengan pengetahuannya yang diperoloeh hingga menghasilkan pengetahuan yang baru.
Teori-teori pengetahuan bila didasarkan menurut sifat teoritis dan historis dapat dikelompokkan menjadi dua aliran yang besar, yaitu rasionalisme dan empirisme. Rasionalisme meyakini bahwa sejumlah ide atau konsep adalah terlepas dari pengalaman dan bahwa kebenaran itu dapat diketahui hanya dengan nalar. Sedangkan empirisme berpendapat bahwa semua ide dan kosep berasal dari pengalaman dan bahwa kebenaran hanya dapat dibangun berdasarkan pengalaman.
Pemikiran Islam adalah pemikiran yang khas, lain daripada yang lain. Ini wajar, sebab pemikiran Islam berasal dari wahyu atau bersandarkan pada penjelasan wahyu, sedangkan pemikiran-pemikiran yang lain yang berkembang di antara manusia, baik itu berupa agama-agama non samawi, ideologi-ideologi politik dan ekonomi, maupun teori-teori sosial sekedar muncul dari kejeniusan berfikir manusia yang melahirkannya.
Dengan kemampuan berfikir manusia dapat mendayagunakan pengetahuannya yang terdahulu dan kemudian menggabungkan dengan pengetahuannya yang diperoloeh hingga menghasilkan pengetahuan yang baru.
Teori-teori pengetahuan bila didasarkan menurut sifat teoritis dan historis dapat dikelompokkan menjadi dua aliran yang besar, yaitu rasionalisme dan empirisme. Rasionalisme meyakini bahwa sejumlah ide atau konsep adalah terlepas dari pengalaman dan bahwa kebenaran itu dapat diketahui hanya dengan nalar. Sedangkan empirisme berpendapat bahwa semua ide dan kosep berasal dari pengalaman dan bahwa kebenaran hanya dapat dibangun berdasarkan pengalaman.
Pemikiran Islam adalah pemikiran yang khas, lain daripada yang lain. Ini wajar, sebab pemikiran Islam berasal dari wahyu atau bersandarkan pada penjelasan wahyu, sedangkan pemikiran-pemikiran yang lain yang berkembang di antara manusia, baik itu berupa agama-agama non samawi, ideologi-ideologi politik dan ekonomi, maupun teori-teori sosial sekedar muncul dari kejeniusan berfikir manusia yang melahirkannya.
Kamis, 31 Mei 2012
Tumbuhan Paku (Pteridophyta)
Tumbuhan Paku (Pteridophyta)
Tumbuhan ini benar-benar telah berupa kormus, jadi telah jelas adanya akar, batang dan daun. Ada yang hidup sebagai saprofit dan ada pula sebagi epifit. Paku menyukai tempat lembab (higrofit), tumbuhnya mulai dari pantai (paku laut) sampai sekitar kawah-kawah (paku kawah).
Berdasarkan spora yang dihasilkan dikenal 3 jenis tumbuhan paku, yaitu:
- Paku Homosfor atau Isospor >> menghasilkan satu jenis spora saja, misalnya paku kawat (Lycopodium clavatum).
- Paku Heterospor >> menghasilkan dua jenis spora yaitu: mikrospora (jantan) dan makrospora (betina), misalnya paku rane (Selaginella wildenowii) dan semanggi (Marsilea crenata).
- Paku
Peralihan >> menghasilkan spora yang bentuk dan
ukurannya
sama (isospora) tetapi sebagian jantan dan sebagian
betina (heterospora),
misalnya paku ekor kuda (Equisetum debile)
Akar
tumbuhan paku berupa akar serabut. Pada akar paku, xilem
terdapat
di tengah dikelilingi floem membentuk berkas pembuluh
angkut yang
konsentris.
Batangnya
jarang tumbuh tegak di atas tanah, kecuali pada paku
tiang (Alsopila
sp. dan Cyathea sp.). Batang tersebut kebanyakan berupa
akar tongkat
(Rhizoma). Tipe berkas pembuluh angkut batang sama
dengan akar,
yaitu tipe konsentris.
BERMACAM-MACAM
DAUN PAKU
-
daun yang kecil-kecil disebut Mikrofil
- daun yang besar-besar disebut Makrofil dan telah mempunyai daging
daun
(Mesofil)
- daun yang khusus untuk asimilasi disebut Tropofil
- daun yang khusus menghasilkan spora disebut Sporofil
- daun yang besar-besar disebut Makrofil dan telah mempunyai daging
- daun yang khusus untuk asimilasi disebut Tropofil
- daun yang khusus menghasilkan spora disebut Sporofil
ISITILAH
LAIN
-
Sporangium adalah kotak spora
- Sorus adalah badan tempat berkumpulnya kotak spora
- Indusium adalah selpaut yang menlindungi sorus muda -> ciri paku
- Sorus adalah badan tempat berkumpulnya kotak spora
- Indusium adalah selpaut yang menlindungi sorus muda -> ciri paku
Perkembangbiakan
paku tergolong Metagenesis. Berbeda dengan lumut, yang
sehari-hari
kita sebut sebagai tanaman paku adalah fase
sporofit-nya. Tumbuhan
paku yang ada di bumi ini mempunyai masa kejayaan dalam
zaman
Paileozoikum, terutama dalam zaman karbon -> disebut
zaman
paku. Sisa-sisanya sekarang dapat digali sebagai
batubara.
SPESIES-SPESIES
PAKU
Sebagai
tanaman hiasan :
- Platycerium nidus (paku tanduk rusa)
- Asplenium nidus (paku sarang burung)
- Adiantum cuneatum (suplir)
- Selaginella wildenowii (paku rane)
- Platycerium nidus (paku tanduk rusa)
- Asplenium nidus (paku sarang burung)
- Adiantum cuneatum (suplir)
- Selaginella wildenowii (paku rane)
Sebagai
bahan penghasil obat-obatan :
- Asipidium filix-mas
- Lycopodium clavatum
- Asipidium filix-mas
- Lycopodium clavatum
Sebagai
sayuran :
- Marsilea crenata (semanggi)
- Salvinia natans (paku sampan = kiambang)
- Marsilea crenata (semanggi)
- Salvinia natans (paku sampan = kiambang)
Sebagai
pupuk hijau :
- Azolla pinnata >> bersimbiosis dengan anabaena azollae (gangang
biru)
- Azolla pinnata >> bersimbiosis dengan anabaena azollae (gangang
Sebagai
pelindugn tanaman di persemaian :
- Gleichenia linearis
- Gleichenia linearis
courtesy:http://kambing.ui.ac.id/bebas/v12/sponsor/Sponsor-Pendamping/Praweda/Biologi/0014%20Bio%201-3c.htm
Jumat, 25 Mei 2012
laporan antum
courtesy:http://adesahy.blogspot.com/2011/02/sel-tumbuhan.html
Landasan Teori
Sel
adalah unit struktural dan fungsional terkecil dari mahluk hidup.Ilmu
yang mempelajari tentang sel adalah sitologi. Susunan sel yang teratur
karena dihasilkan oleh adanya pembelahan sel yang teratur. namun
sebagian besar tidak menunjukkan keteraturan melalui kelompok sel yang
kompak dan yanng tidak kompak (renggang) sehingga terbentuk ruang antar
sel akibat pemisahan dinding sel (sizogen) dan mungkin akibat dari
beberapa sel yang larut(lisigen).
Bentuk sel yang bebas, atau sel
yang baru dibentuk dan terisolasi cenderung berbentuk bulatan, lalu
karena adanya tekanan dari sel-sel yang lain maka bentuk sel mulai
terdiferensiasi.
Sel
tumbuhan terdiri dari bagian yang hidup dan bagian yang mati. Bagian
yang hidup adalah inti dan organel pada sitoplasma dan bagian yang mati
adalah dinding sel dan benda-benda ergastik.
Bagian-bagian sel tumbuhan
Dinding sel
merupakan
organel yang hanya terdapat pada tumbuhan yang berfungsi untuk
mempertahankan bentuk sel dan mencegah penguapan air yang berlebihan/
melindungi isi sel. Tumbuhan memiliki dinding sel yang terdiri dari
selulosa yang mengalami lignifikasi yang bersifat kaku. sementara
dinding sel hewan hanya memiliki membran sel.Sehingga menjadi penyokong
mekanis tumbuhan. Dinding sel mempengaruhi metabolisme tumbuh seperti
penguapan , transpirasi, translokasi dan sekresi.Dinding sel memilki
lubang berukuran sekitar 60nm yang berfungsi sebagai saluran yang
menghubungkan antara satu sel dengan sel lainnya disebut plasmodesmata
dan bila pada tumbuhan yang telah mati disebut noktah.
Senyawa utama dalam dinding sel adalah selulosa, yaitu
suatu
polisakarida dengan rumus empiris alkena( C6H10O5)n, merupakan polimer
linier satuan D-glukosa dengan ikatan ..... tidak larut dalam air panas,
selulosa kapas mengandung satuan glukosa membentuk satu molekul yang
panjangnya sekitar 41.000
A. Selain selulosa didapatkan juga lapisan hemiselulosa, kemudian lignin
dan suberin, kutin lilin yang sering didapatkan sebagai pelindung di
permukaan tumbuhan.
Selulosa memiliki sifat kristal yang terdiri dari molekul
selulosa dalam mikrofibril yang disebut misel.
Hemiselulosa merupakan bagian dari polisakarida yang dapat di ekstraksi
dengan NaOH 17,5 % atau KOH 24 % dari dinding sel.
Setiap mikrofibril mengandung 40-70 selulosa yang letaknya
sejajar. Mikrofibril membentuk makrofibril semakin besar makrofibril
maka akan semakin besar garis tengahnya.
terdiri dari :
- hemiseluosa,
- pektin : merupakan campuran poliuronida
- lignin : merupakan polimer dari lendpropanoida, didapatkan pada sel
yang telah mengeras (lignifikasi)
- kutin : didapatkan pada lapisan dinding epidermis
- suberin : terdapat pada dinding sel jaringan sekunder (gabus)
- lilin : terdapat di bagian luar epidermis
- bahan-bahan organik lainnya.
Berdasarkan perkembangannnya maka dinding sel terdiri dari 3 lapisan
1. lamela tengah, terdapat diantara dua dinding primer dari dua sel yang
berdekatan, terdiridari pektin, bentuknya amorf mudah hancur oleh enzim
pektinase.
2. dinding primer, dinding awal pertumbuhan
3. dinding sekunder, dibentuk disebelah dalam lapisan primer
Penebalan dinding sel
ada 2 cara yaitu :
1. aposisi, bila penambahan dinding baru hanya ke arah dalam
2. intersusepsi, bila mikrofibril yang baru tumbuhnya diantara
mikrofibril yang sudah ada.
Pembentukan awal dinding sel
terjadi pada awal telofase yaitu pada saat munculnya
fragmoplas(kumpulan beberpa mikrotubul dan RE) diantara kedua anak
inti.Pada waktu yang sama sel-sel papan muncul dari equator dan akan
menghasilkan protoplas baru.sel-sel papan akan menyebar, maka fragmoplas
semakin terdorong mendekati dinding sel yang sedang
memisah.mikrofilamen akan menahan vesikula yang berasal dari diktiosom
dengan membentuk sisterna pipih, karbohidrat dari vesikula
disintesisuntuk bahan dinding primer yang baru. kedua anak sel akan
dilekatkan oleh lapisan lamela tengah.
Terbentuknya dua lapisan primer baru yang akan meluas, yang
diikuti dengan membesarnya dinding yang lama memperbesar ukuran sel.
Pembesaran anak sel akan diikuti oleh penebalan dinding primer dan
dinding sel induk tertekan dan akan robek. Adanya garis sentuh antara
dinding baru dan dinding induk, sedangkan lamela muda dan tua akan
dipisahkan oleh dinding primer induk.bersatunya lamela tengah, mendorong
pembentukkan rongga didalam lapisan primer sel induk yang memisah
(sizogen) disudut tempat memisahnya sel anak.(sozogen hancur-lisis
dinamakan lisogen & lisogen memisah-hancur dinamakan sizolisigen.
Membran
membran plasma terdiri dari :
1. fosfolipid yang terdiri dari :
hidrofilik(suka air) berupa kepala yang menghadap keluar permukaan.
hidrofobik(menghindari
air) terdiri atas 2 lapis molekul fosfolipid yaitu bagian ekor,
terdapat protein yang periferal tertanam integral.
- Bagian kepala bersifat hidrofobik(polar)
- Bagian ekor bersifat hidrofilik
1.1 Komponen sel
terdiri dari membran sel, nukleus dan sitoplasma.
Sitoplasma terdiri dari organel yang bermembran dan yang tidak
bermembran serta memiliki inklusion sel.
Organel yang memiliki membran diantaranya endoplasma retikulum,
diktiosom, mitokondria, dan plastida. Sementara itu organel pada
sitoplasma yang tidak memiliki membran adalah ribosom dan sitoskleton.
Inklusion sel terdiri dari beberapa hasil. pertama yaitu hasil pemecahan
atau metabolisme terdiri dari amilum/pati, lemak dan minyak serta
protein. yang semuanya adalah hasil sekresi terdiri atas enzim,
alkaloid, hormon mesin, dan garam. Terakhir adalah hasil eksresi terdiri
atas garam-garam anorganik dan latek tanin, serta molekul esensial.
1.2 Struktur sel Tumbuhan
terdiri dari protoplasmik, nonprotoplasmik, membran sel dan dinding sel
a. Protoplasmik sifatnya aktif dalam metabolisme, terdiri dari inti
dan sitoplasma.
Sitoplasma merupakan cairan yang ada di dalam sel untuk
metabolisme sel.Sitoplasma terdiri dari beberapa organel yaitu RE,
diktiosom/aparatus golgi, mitokondria, plastida, mikrobodi, ribosom dan
sitoskleton.
Struktur Organel
1. Retikulum Endoplasma (RE)
tersusun atas lipid dan protein, yang membentuk sisterna, tubul halus
dan lapisan yang berlubang beranastomosis / bersilang. Bentuk sisterna,
fungsinya untuk menghimpun protein dan senyawa lainnya dengan cara
pelebaran / pembentukan vesikula serta untuk mengangkut bahan yang
disekresikan. Sifatnya tidak dapat dilihat oleh mikroskop cahaya.
RE terdiri dari
1. RE kasar (apabila didapatkan butiran ribosom)
fungsinya untuk sintesis protein
2. RE halus tempat sintesis lipofol dan mengangkut bahan sekresi.
2. Diktiosom/Badan Golgi/Golgi Aparathus
tediri dari tumpukan vesikula kecil dan pipih, pinggiran tidak rata
membentuk tubula yang saling berhubungan menyerupai jala.Fungsinya
sebagai bahan sekresi karbohidrat, bahan dinding sel, bahan
getah/lendir, nektar atau glikoprotein dan semua ini dialirkan oleh
vesikula. (berhubungan dengan proses pembentukan dinding sel). Tubula
akan membengkak, melepaskan diri dan bergerak jauh. sifatnya tidak
terlihat oleh mikroskop cahaya.
Prosesnya :
vesikula yang berisi bahan RE berkumpul dalam diktiosom kemudian
membentuk vesikula baru yaitu RE masuk ke vesikula., berulang-ulang
sampai menjadi dewasa dan vesikula dilepas dan beranak membawa lebih
bahan yang akan diproses.
3. Sitoskleton
tersusun dari
filamen protein yang terdiri dari mikrofilamen dan mikrofibril
fungsinya mendukung sel dan tempat menempel organel.
4. Mitokondria
bentuknya bervariasi bulat, cuping, berupa silinder dan
memanjang.Dapat dilihat melalui mikroskop dengan pewarnanya janus
green ukurannnya panjang kurang lebih 3 mikrometer dengan diameter
kurang lebih 0,5-1 mikrometer terdiri dari luar dan membran dalam
membentuk krista ke arah stroma(ruangan dalam mitokondria yang berisi
protein). Terdapat ribosom yang mengandung fibril DNA. fungsinya
sebagai tempat respirasi aerob, pemasok ATP, aktif dalam metabolisme.
5. Plastida
merupakan organel berukuran kecil yang tersusun dari protein,
dan hanya ada di tumbuhan karena berfungsi sebagai metabolisme dan
fotosintesis
Sifatnya mampu membelah dan berdiferensiasi
terdiri dari :
leukoplas (tidak berwarna),
kloroplas(berwarna hijau), dan
kromoplas(berwarna selain hijau)
Leukoplas
merupakan plastida yang tidak berwarna, didapatkan pada organel
yang tidak terkena sinar matahari, sifatnya rapuh, letaknya berkumpul
didekat inti sel, leukoplas dapat berubah bentuk sesuai fungsinya, yaitu
: sebagai penyimpan amilum disebut amiloplas, sebagai penyimpan protein
yaitu preoteoplas, dan sebagai penyimpan lemak disebut elaioplas.
Kloroplas
bentuknya seperti lensa ukuran diameter 2-6 mm, tebalnya 0,1-1 mm dan
dapat dilihat melalui mikroskop cahaya sehingga nampak bentuknya seperti
butir-butir.
bagian-bagiannya terdiri dari Grana(kumpulan tilakois) dan Stroma yang
terisi oleh enzim. Fungsinya sebagai tempat fotosintesis. bentuk- bentuk
lainnya :
jala : pada cladophora sp.
pita : pada Zygonema contoh pada tumbuhan spirogyra sp.
dilihat dari warna ada 2 tipe :
1. klorofil :
Klorofil A : C55 H72 O5 Mg : warna kebiru-biruan
Klorofil B : C55 H70O5 Mg : Warna hijau kekuning-kuningan
2. Kromoplas disebabkan karena adanya karetinoid antara lain :
Karotin C40 H50 : jingga hinggga merah
Xantofil C40 H50 O6 : kuning
pada ganggang mengandung zat warna lain fikosianin, fikoxantin dan
fikoeritrin
menurut bentuknya kloroplas terbagi menjadi
a. Kloroplas bentuk lensa, pada daun hydrilla verticillata
b. Kloroplas bentuk bintang, pada ganggang Zynema.
c. Kloroplas bentuk jala, pad ganggang Cladophora
d. Kloroplas bentuk jala pada ganggang spyrogyra.
kromoplas
umumnya berwarna kuning/ jingga, karena mengandung karotenoid.
6. Nukleus / inti
Nukleus berfungsi
untuk mengatur seluruh aktivitas didalam sel dan sebagai agen pembawa
informasi genetik.menurut letaknya nukleus dibagi menjadi dua, yaitu
nukleus sentris dan eksentris.
Ciri inti sel yaitu
umumnya
berbentuk bulat, berselaput,/ bermembran, berisi cairan nukleoplasma,
berisi anak inti atau neukleus. Dalam nukleoplasma terdapat kromosom
yang berisi DNA dan protein. DNA dan protein membentuk kesatuan yang
disebut kromatin.
a. Bentuknya bervariasi, yaitu bentuk bulat atau lensa, terdapat pada
sitoplasma.
b. Fungsi nukleus antara lain :
1. mengatur proses-proses hidup dari protoplasma
2. sebagai pembawa sifat-sifat yang diturunkan
C. Bagian-bagian inti :
1. membran inti
2. Rangka inti
3. Anak inti / nucleolus, bentuknya bulat ada di dalam nukleus
4. Cairan inti disebut karioplasma, sifatnya kental
5. butir-butir kromatin
7. Badan Mikro(Peroksisom/Glioksisom)
Peroksisom adalah kantung yang memiliki membran tunggal berisi
berbagai enzim katalase.Katalase berfungsi untuk mengkatalis perombakan
hydrogen peroksida (H2O2). Hydrogen peroksida merupakan produk
metabolisme sel yang berpotensi membahayakan sel juga berperan dalam
perubahan lemak menjadi karbohidrat terdapat pada sel tumbuhan dan sel
hewan.Pada hewan peroksisom terdapat banyak di hati dan ginjal.
sementara itu tumbuhan terdapat pada berbagai tipe sel.
Glioksisom terdapat pada lapisan alauron padi-padian, glioksisom
sering ditemukan di jaringan penyimpan lemak dari biji yang
berkecaambah, mengandung enzim mengubah lemak menjadi gula yang
prosesnya akan menghasilkan energi yang diperlukan untukperkecambahan.
b. Komponen non protoplasmik (benda ergastik/ergastic substance)
Dalam mengamati benda-benda non protoplasmik kira dapat mengamati
macam-macam bentuk amilum, aleuron dan bentuk kristal.
Komponen ergastik terbagi menjadi dua yaitu yang bersifat padat dan yang
bersifat cair.
A. Ergastik yang bersifat padat, antara lain :
1. Amilum (butir-butir amilum) :
mempunyai rumus empiris(C6H10O5)n, berupa karbohidrat atau
polisakarida yang berbentuk tepung disebut amiloplas, dapat dibedakan
menjadi leukoamiloplas yang berwarna putih dan menghasilkan tepung
cadangan makanan dan kloroamiloplas berwarna hijau dan menghasilkan
tepung asimilasi. Titik permulaan (initia) terbentuk amilum disebut
hilus(hilum), berdasarkan letaknya hilu, butir amilum dibedakan menjadi
amilum konsentris bila hilus berada ditengah-tengah, dan amilum
eksentris bila berada ditepi hilusnya.
Menurut banyaknya hilus dalam amilum, amilum dapat dibedakan menjadi:
a. Amilum tunggal, apabila sebutir amilum terdapat satu hilus
b. Amilum setengah majemuk, apabila terdapat dua hilus dan masing-masing
dikelilingi lamela, sehingga terbentuk lamela yang mengelilingi
seluruhnya
c. Amilum majemuk, apabila terdapat banyak hilus dan masing-masing
dikelilingi lamela, sehingga terbentuk lamela yang mengelilingi
seluruhnya.
Dalam amilum terdapat lamela-lamela yang mengelilingi hilus adanya
lamela-lamela disebabkan pad waktu pembentukkan amilum, tiap lapisan
mempunyai kadar air yang berbeda, sehingga mempengeruhi indeks bias.
Lamela-lamela akan hilang apabila ditetsi alkohol, karena air akan
terserap alkohol.
Di bagian amilum nampak seperti retak, dapat terjadi pada tepung
tapioca. Atau di tengah amilum nampak seperti terkerat, dapat ditemukan
butir amilum pada biji yang sedang berkecambah, disebut korosi, misalnya
pada biji kacang merah yang sedang berkecambah.
2. Aleuron dan kristal putih telur
Ditemukan pada endosperm yang mengering. Prosesnya : keringnya
biji, yang berarti mengeringnya endosperm menjadi semakin sedikit
sehingga konsentrasi konsentrasi zat-zat yang terlarut seperti putih
telur, garam dan lemak akan smakin besar, kemudian vakuola pecah hal
ini akan terus berlangsung hingga vakuola pecah menjadi kecil-kecil yang
mengandung zat-zat yang mengkristal yang disebut aleuron.
Sebuah aleuron berisi sebuah/ lebih krsitaloid putih telur dan
sebuah atau beberapa guboid(bulatan kecil yang terbuat dari zat fitin
yaitu garam Ca dan Mg dari asam mesoinosit hexafosfor)
Aleuron dapat terlihat pada lapisan paling luar dari endosperm
padai dan jagung, dapat terbuang karena pencucian beras terlalu bersih,
sedangkan pada biji jarak aleuron tampak tersebar dengan ukuran lebih
besar dari aleuron padi.
3. Kistal-kristal
Kristal yang terdapat pada tumbuahn merupakan hasil akhir dari
metabolisme, umumnya terbentuk dari kristal Ca-oksalat yang diendapkan.
Kristal tersebut tidak larut dalam asam cuka namun larut dalam asam
kuat.
Bentuk-bentuk Kristal Ca-Oksalat :
1. Kristal Pasir, berbentuk piramida kecil, terdapat pada tangkai daun
amaranthus hybridus, tangkai daun nicotiana tabacum dan begonia sp.
2. Kristal tunggal besar, berbentuk prisma atau poliedris terdapat pada
daun Citrus sp.
3. Rafida,berbentuk seperti jarum atau sapu lidi terdapat pad daun
mirabilis jalapa, batang dan akloe vera, daun rhoeo discolor serta
ananas commosus, lapisan epidermis batang Pleomele sp.
4. Kristal majemuk, disebut juga drussen berbentuk bintang atau roset,
terdapat pada tangkai daun carica papaya, kortek batang gnetum gnemon,
ricinus communis dan daun datura metel.
5. Kristal sferit berbentuk kristal letaknya sitengah tengah sel,
teratur radier. terdapat pada batang Phyllocactus sp.
Kristal ca-Carbonat terdapat pada sel daun Ficus elastica berupa
sistolit, acanthaceae, Curcubiotaceae dan Uricaceae.
Silica merupakan endapan silicon antara lain:
1. Pada tanaman palmae berbentuk kopi
2. Pada Heliconaceae berbentuk bujur sangkar
3. Zingiberaceae berbentuk pasir
4. Cyperaceae berbentuk kerucut
5. Poaceae berbentuk amorf
Stiloid, kristal berbetuk prisma yang dikedua ujungnya
meruncing seperti bilah, didapatka sebagai kristal tunggal, Pada
iridaceae, agavaceae dan Liliaceae.
B. Ergastik yang berupa cairan
Merupakan zat yang terlarut dalam cairan sel, terdapat dalam
vakuola. Dalam sebuah sel, kemungkinan mempunyai vakuola-vakuola yang
komposisi ergastik cair yang berlainan.
1. Asam Organik, antara lain asam oksalat, asam sitrat, asam
malat yang kadang-kadang dalam bentuk garam-garamnya. Konsentrasi asam
organic yang tinggi banyak dijumpai pada vakuola-vakuola muda
2. Karbohidrat, berupa sakarida yang terlarut, antara lain
,monosakarida(glukosa,fruktosa) dan disakarida(sakarosa, maltosa) bentuk
gula didapatkan berupa inulin, seperti pada umbi dahlia sp.
3. Protein, berupa asam amino dan peptida sederhana
4. Lemak,berupa lemak atau minyak sebagai cadangan makanan,
antara lain : asam palmitat dan asam stearat, seperti pada biji kacang
tanah dan daging buah kelapa.
5. Zat penyamak(tannin)
6. Antosianin
7. Alkaloid
cafein : cofea arabica
papain : carica papaya
Khirin : cinchonia sp
Atrophin : athropha balladona
Morfin : Canabis sp
Kokain : Erytocyclon coca
8. Minyak Atsiri
mempunyai daya bias dan menguap
contoh pada kulit citrus sp, daun kayu putih, bunga mawar dan melati
9. Terpentin termasuk lipid tak tersabunkan antar lain pinus
jefreyyi dan Pinus sabiniana
B.
Jaringan Tumbuhan
Tujuan mempelajari jaringan tumbuhan adalah agar kita bisa
memahami dan menunjukkan macam
-macam jaringan tumbuhan.
Landasan Teori
Sekumpulan sel yang mempunyai bentuk dan fungsi yang sama dinamakan
jaringan.
Jaringan tumbuhan tingkat rendah seperti ganggang, jamur dan lumut
berupa jaringan semu. Pada ganggang jaringannya berbentuk koloni atau
pseudoparenkim dan pada jamur berupa hifa yang disebut plektenhim.
Jaringan tumbuhan tingkat tinggi, terbagi menjadi dua golongan yaitu,
jaringan muda(meristem) dan jaringan dewasa.
1. Jaringan muda(meristem),tersusun atas sel-sel embrional yang
mempunyai kemampuan untuk membelah diri secara terus-menerus/
meristematis. Sel-sel yang menyusun jaringan ini memilliki membran sel
yang tipis, bentuknya teratur(segi empat/kubus) dan ruang sel (lumen)
terisi penuh protoplas dan vakuola kecil.fungsi jaringan ini adalah
untuk memperbanyak diri
menurut letaknya jaringan meristem terdiri dari tiga macam:
a. meristem apikal,
b. meristem lateral
c. meristem antara
Menurut perkembangannya terbagi atas meristem primer dan sekunder.
Meristem primer :
Dibentuk oleh sel-sel pemula yang disebut promeristem sebagai
initial, yang terdiri dari
1. protoderm;bakal epidermis
2. prokambium;bakal jaringan pengangkut
3. meristem dasar;bakal jaringan dasar primer
Meristem sekunder :
Terbentuk pada tumbuhan menjelang dewasa, seperti terbentuknya
kambium pembuluh, kambium gabus yang disebut felogen.
2. Jaringan dewasa, tersusun atas sel-sel yang tak dapat membelah
lagi.terdir dari sel-sel yang telah terdiferensiasi dan telah mempunyai
fungsi yang khusus. sehinga jelas untuk diamati.
Jaringan dewasa dibedakan menjadi :
a. Epidermis,
merupakan pelindung terhadap pengaruh lingkungan yang dapat mengganggu
pertumbuhan seperti kekurangan air, kerusakan mekanis, suhu udara dan
serangan hama penyakit.
b. Jaringan
dasar/parenkim, berfungsi sebagai tempat fotosintesis seperti pada
mesofil atau tempat cadangan makanan.
c. Jaringan
Penyokong/ mekanik,tersusun atas sel-sel bersinding tebal yan
mengandung lignin, lignin berfungsi memberi sifat keras pada sel.
dibedakan atas kolenkim dan sklerenkim. Kolenkim terdiri atas sel-swel
yang telah mati.
d. Jaringan
pengangkut, terdiri dari xilem yang berfungsi mengangkut air dan
mineral ke bagian atas daun umumnya terdiri atas sel-sel yang telah mati
dan dindingnya tebal berlignin. Floem berfungsi mengangkut hasil
fotosintesis dari daun ke seluruh bagian tumbuhan.
e. jaringan pembuluh
f. jaringan kelenjar
Pada praktikum ini akan dilakukan pengamatan struktur sel dan
jaringan tumbuhan adengan membuat preparat segar dan diamati dengan
menggunakan mikroskop cahaya.
Alat dan Bahan
1. mikroskop cahaya
2. kaca objek(object glass)
3. kaca penutup (cover glass)
4. Batang seledri (Apium graveolens)
5. Tempurung Kelapa (Cocos nucifera)
6. Empulur Batang singkong(Manihot esculenta)
7. Batang Hanjuang (Cordyline friticosa)
8. Umbi Lapis Bawang merah ( Allium cepa)
9. Daun Adam dan Eva (Rhoeo discolor)
10. Rambut buah (gossypium sp)
11. silet
12. pinset dan pipet
13. aquades
14. anilin sulfat
16. Spyrogyra sp.
17. Bulu Domba
18. Vanila sp.
19. Biji Jarak Ricinus communis
TATA KERJA
1. sel tumbuhan
a. belah umbi lapis Allium cepa, ambil selembar bagian lamelanya
lalu patahkan. Kemudian ambil bagian transparan berupa selaput sel tipis
dengan menggunakan pinset, lalu diletakan di atas kaca objek yang telah
ditetesi air, kemudian tutup dengan kaca penutup usahakan jangan sampai
terdapat gelembung udara.Amati dengan mengugunakan mikroskop cahaya
dengan perbesaran lemah hingga kuat. Gambarkan dan tunjukan bagian
dinding sel, sitoplasma nukleus, nukleolus dan bbagian ergastik
substant(kristal calsiu oksalat)
b. Lengkapi gambar dengan keterangan pada setiap struktur yang terdapat
pada sel tumbuhan.
2. Jaringan Tumbuhan
a. untuk mengamati jaringan epidermis dan stomata, buat sayatan
melintang pada bagian bawah daun Rhoeo discolor yang berwarna
ungu. Simpan sayatan diatas meja objek yang telah ditetesi air lalu
tutup dengan cover glass. Amati dengan perbesarak kecil menuju ke
perbesaran besar. gambar jaringan epidermis dan stomata yang terdiri
dari sel penutup, sel tetangga dan celah stomata.
b. Sel parenkim, sayat batang manihot esculenta setipis mungkin
dan tambahkan dengan reagen air pada meja preparat tunjukan dinding sel
dan ruang antar sel.
c. Buatlah sayatan melintang batang Apium graveolens.
Amati gambar sel-sel klenkim tunjukan penebalan pada sudut-sudut selnya.
d. Kerok tempurung kelapa ditambah anilin sulfat. amati dan gambar sel
sklereid serta tunjukan lumen (ruang sel), noktah dan penebalan dinding
selnya
e. Buatlah sayatan Cordyline fructicosa + reagen anilin sulfat.
Amati dan gambar jaringan floem dan xilem.
Lembar kerja
Tugas II. 1 Gambar sel epidermis Umbi Lapis Allium cepa
Perbesaran 100 x /reagen air
|
Inti sel bawang merah cukup besar sehingga memudahkan pengamatan
Tugas II. 2 Gambar sayatan Melintang lapisan Bawah daun Durio zibethinus
Perbesaran 100 x, Reagen air
|
Derivat epidermis memiliki 4 macam yaitu
1. Stomata untuk respirasi pada tumbuhan
2. emergentia penyebab duri
3. Papila penyebab tonjolan-tonjolan
4. Trikoma yang terbagi menjadi 5 bagian, yaitu
a. akar : untuk penyerapan zat tanah,
b. daun : untuk mengurangi prnguapan
c. biji
d. putik : adar polen menempel pada benang sari
e. benang sari : agar polen menempel pada putik
Perbesaran 400 x, Reagen anilin sulfat
|
Pada saat sel diberi anilin sulfat, sel mengalami penebalan
pada sudut-sudut dinding sel yang disebut kolenkim anguler. Sementara
yang terjadi secara mendatar disebut kolenkim lameler. dan gabungan
keduanya disebut kolenkim lakuner.
Tugas II. 4 Gambar sayatan melintang batang hanjuang (Cordyline
fruticosa)
|
Perbesaran 100 x, Reagen air
|
Xilem berfungsi untuk mengangkut zat hara (air mineral) ke daun. floem
berfungsi untuk mendistribusikan proses fotosintesis ke seluruh tubuh
tumbuhan.Cara pengangkutannya melallui prinsip hypertonis dan hypotonis.
Tugas II. 5 Gambar kerokan Tempurung Cocos nucifera
|
Perbesaran 100 x, Reagen anilin sulfat
sklereid terdapat bermacam-macam bentuk : brankhisklereid,asterosklereid
pada tanaman teh, osteosklereid berbentuk tulang,makrosklereid,
triosklereid seperti jantung.
|
Tugas II. 6 Gambar helaian kapuk( Ceiba
petandra )
Perbesaran 100 x, Reagen air
|
Ceiba petandra memiliki lumen yang merupakan ruang kosong
akibat sel yang telah mati, lumen menyebabkan air masuk ke dalam sel.Dan
dinding selnya memiliki suberin yang berfungsi agar kapuk tahan air.
Tugas II. 7 Gambar sayatan melintang Rhoeo discolor
Dalam sel rhoeo discolor memiliki kristal pasir yang berfungsi
untuk metabolisme sel.Alasan menggunakan rhoeo discolor karena memiliki
pigmen antosianin(zat warna ungu).stomata berfungsi untuk respirasi sel.
Tugas II. 8 Gambar sayatan membujur Rhoeo discolor
Perbesaran 100 x, Reagen air
|
Pada rhoeo
Tugas II. 9 Gambar sayatan Melintang Daucus carota
Perbesaran 100 x, Reagen air
|
Tugas II. 10 Rheo discolor yang diberi ph asam
Rheo discolor yang diberi ph asam akan berwarna merah
Tugas II. 11 Rheo discolor yang diberi ph basa
Rheo discolor yang diberi ph basa akan berwarna hijau
Tugas II. 12 Gossypium sp/ kapas
Kapas dapat menyerap air karena kapas memilki dinding sel yang tersusun
atas selulosa. hal ini berbeda pada kapuk yang terdapat gelembung udara
karena tidak dapat menterap air karena dinding selnya terdiri atas
suberin.
Tugas II. 13 Bulu domba
Tugas II. 14 Spirogyra sp
Preparat Spyrogyra
reagen air
Spyrogyra memilki butir- butir Pirenoid berfungsi
untuk menghasilkan amilum atau pati.
Tugas II. 15 Preparat biji Jarak (Ricinus communis)
Organ
tumbuhan
Batang
Tujuan praktikum
Melihat jaringan-jaringan penyusun batang dikotil dan monokotil
Landasan Teori
Struktur anatomi batang, umumnya terdiri dari epidermis, korteks, stele
dan empulur.
Epidermis
Merupakan jaringan yang ada disebelah luar, yang dinding sebelah luarnya
dikelilingi oleh kutikula, kadang-kadang didapatkan stomata, trikomata
dan lenti sel.
Lapisan epidermis umumnya hanya satu lapis, namun yang didapatkan
dilapisan bawah epidermis yang bentuknya sama dengan epidermis disebut
hypodermis.
Kortek
Terdiri dari jaringan parenkim, didapatkan juga jaringan mekanik, baik
kolenkim maupun sklerenkim. Parenkim yang mengandung klorrofil disebut
klorenkim. Sering didapatkan pada sel-sel yang kortek yang mengandung
bahan ergastik, cadangan makanan atau kelenjar.mengalami pertumbuhan
sekunder, melalui aktivitas kambium, sehingga diameter bertambah. Akibat
pertambahan diameter, maka sel-sel floem akan terdesak ke arah luar
untuk mengimbangi pertumbuhan tersebut, sel-sel parenkim yang menyusun
jari-jari empulur mengadakan dilatasi melalui pembentangan sel-selnya ke
arah tangensial dan sel-selnya bertambah ken arah tangensial melalui
pembelahan radial.Pada monokotil akan dapat didapatkan jaringan ikatan
pembuluh yang tersebar. Pada tumbuhan herba, didapatkan ruang-ruang
antar sel yang disebut aerenkim yang bentuknya bervariasi.
Stele
Pada batang dikotil akan terlihat jaringan ikatan pembuluh. Akibat dari
adanya jaringan ikat pembuluh, akan membentuk beberapa tipe stele, yaitu
: tipe periostele, sifonostele, diktiostele, eustele dan ataktostele.
Empulur dan jari-jari empulur
Didapatkan pada batang dikotil dan tidak pada nmonokotil
Preparat sayatan Cyperus sp.
Reagen anilin sulfat
Sayatan melintang batang Hibiscus rosa sinensis
Reagen : anilin sulfat
Sayatan melintang batang Zea Mays
Reagen Anilin sulfat
Preparat sayatan melintang Cucurbita
Akar
Tujuan praktikum ini adalah
Melihat jaringan -jaringan penyusun akar
Landasan Teori
Secara morfologi, akar merupakan organ yang tidak beruas-ruas ,
akar dikotil berakar tunggang dan monokotil serabut. Fungsi akar adalah
untuk menyerap hara atau dapat juga sebagai penyimpan cadangan makanan
selain untuk memperkokoh tubunhnya.
Pada ujung akar terdapat tudung akar yang melindungi promeristem
akar dan membantu penembusan akar dan dianggap mengendalikan
perumbuhan geotropisme. Bagian bawah tudung akar yang mengandung amilum
(pati0 yang disebut satolit dan dapat mengendalikan gaya berat pada
akar.
Susunan anatominya lebih sederhana daripada batang , secara
umum tersusun dari epidermis, korteks dan silinder pembuluh.
Epidermis
Terdapat bulu/rambut akar, yang dibentuk oleh protodermal. Pada tumbuhan
tertentu, pembentukan rambut akarnya dari trikoblas(sel protoderm yang
membentuk rambut akar yang lebih kecil. Keberadaan trikoblas dapat
dijadikan landasan taksonomi. Pada tumbuhan epifit, epidermisnya
berlapis - lapis disebut velamen, yang fungsinya sebagai penahan
penguapan air.
KorteksDisusun ole jaringan parenkim. yang berbatasan dengan epidermis
dapat berdiferensiasi menjadi eksodermis, yaitu lapisan sel yang
mengandung suberin dan selulosa yang berfungsi menggantikan epidermis.
Lapisan dalam dari kortek terdapat endodermis. Yang dilengkapi oleh
adanya pita Caspary. Pada endodermis didapatkan sel peresap yang
berfungsi untuk seleksi masuknya nutrisi. Lapisan sebelah dalam
endodermis didapatkan perisikel yang berbatasan dengan silinder
pembuluh. Pada epifit sering didapatkan klorenkim. Pada tumbuhan
tertentu sering didapatkan sklerenkim.
Silinder pembuluh
Lapisan pertama ditandai oloeh adanya perisikel, bagian tepi silinder
pusat merupakan tempat pembentukan akar lateral, sehingga berpendapat
bahwa akar lateral dibentuk oleh perisikel.Susunan ikatan pembuluh
adalah radial. Terdapat kambium yang membentuk floem ke arah luar dan
xilem ke arah dalam. Kambium dibentuk oleh perisikel yang membentuk
jari-jari empulur.
Pada tumbuhan yang tidak membentuk jari-jari empulur, akan terlohat
xilem uyang melebar.
DAUN
Tujuan praktikum ini adalah Melihat jaringan penyusun Organ Daun
Landasan Teori :
Secara morfologi, pada tumbuhan Angiospermae, dibedakan atas
tangkai daun, dasar daun(basal), helaian daun dan ujung (apex), dan
bagian ventaral dan dorsal.
Susunan anatomi daun terdiri dari epidermis, mesofil dan sistem
ikatan pembuluh
Epidermis
Susunan selnya kompak, terdapat kutikula, terdapat stomata, Apabila
didaptkan pada kedua permuakan daun disebut amfistomatik, apabila hanya
ada dibagian atas (adaksial )n disebut epistomatik, atau yang ada di
permukaan bawah (abaksial) disebut hipostomatik. Susunan stomata pada
daun dikotil tersebar, sementar pada dikotil dan gymnospermae , stomata
tersusun dalam deretan yang sejajar dengan sumbu daun. PAda lapisan luar
epidermis daun sering ditemuakn lapisan lilin. Lapisan epidermis pada
bagian atas daun jagung dan tebu dilengkapi oleh adanya sel kipas atau
sel engsel, yang berperan untuk menggulungkan daun pada waktu
kekeringan. Pada tumbuhan rumput-rumputan, stomatanya berdampingan
dengan sel seilica atau sel gabus.
Mesofil
Merupakan bagian yang penting, karena banyak mengandung
kloroplas.Terdiri dari jaringan palisade dan spons. Susunan palisade
kompak, banyak mengandung klorofil. Umumnya ada di bagian atas(adaksial)
dan jaringan spons di bagian bawahnya, susunan seperti ini disebut
dorsiventral. Apabila jaringan palisade berada di bagian atas dan bawah
disebut unifasial atau isobilateral, dapat ditemukan pada tumbuhan
xerofit.Pada tumbuhan monokotil, pada mesofil didapatkan hanya satu
bentuk jaringan , umumnya jaringan spons. Jaringan spons terdiri dari
sel-sel yang bentuknya tidak beraturan dan mengandung klorofil.
Sistem Jaringan pembuluh
Tersebar diseluruh helaian daun, berkas pembuluh pada daun terdapat pada
tulang daun. Pada daun jagung atau tumbuhan C4 didapatkan bundle sheet,
yang memperkaya sistem pembuluh yaitu floem yang dikelilingi oleh
seludang mestoom, yang membentuk bunga(Kranz=German) sehingga tumbuhan
tersebut sangat efisien dalam penggunaan CO2.
Mesofil
Sisrem Jaringan Pembuluh
Langganan:
Postingan (Atom)

























